PERTANIAN & PERIKANAN

>> Kamis, 18 Oktober 2012

1.    BERAS
Beras memainkan peran paling penting di antara komoditas-komoditas pertanian di Vietnam dalam hal keamanan pangan, lapangan kerja dan upah pedesaan, serta pendapatan ekspor. Beras ditanam di separuh tanah pertanian dan melibatkan hampir 80% populasi pertanian.
Vietnam merupakan salah satu eksportir beras terbesar di dunia. Pada tahun 2010, ekspor beras Vietnam mencapai rekor tertinggi dengan total volume ekspor beras mencapai 6 juta ton, tahun 2011 mencapai 6,8 juta ton. Sementara itu, dalam 9 (sembilan) bulan pertama 2012, Vietnam telah ekspor 6 juta ton beras senilai US$ 2,6 miliar, dan ditargetkan ekspor beras Vietnam hingga akhir tahun akan mencapai 7,1 juta ton dengan nilai USD 3,65 miliar.
Vietnam merupakan negara nomor dua setelah Thailand sebagai eksportir beras terbesar. Importir utama beras Vietnam meliputi Indonesia, Filipina, Malaysia, Irak, Kuba dan Afrika.

2.    KOPI

Kopi merupakan salah satu ekspor pertanian Vietnam yang paling penting. Vietnam sangat kompetitif sebagai produsen kopi karena kondisi lingkungan dan iklim yang ideal, biaya produksi yang rendah, dan hasil panennya merupakan salah satu yang tertinggi di dunia. Kopi merupakan komoditi ekspor yang cukup menjanjikan bagi Vietnam, yang memiliki lahan tanam kopi seluas 521.000 hektar dengan produksi rata-rata 1,2-1,5 juta ton per tahun.

Menurut sumber International Coffee Organisation (ICO),Vietnam telah mengambil alih posisi Brazil menjadi  eksportir kopi terbesar di dunia. Sejak bulan Januari – Juli 2012 Vietnam telah mengekspor 1,2 juta ton kopi atau senilai US$ 2,5 miliar.  Volume ekspor meningkat 31,6% dan nilainya naik 25,4%. Harga ekspor kopi robusta rata-rata mencapai US$ 2.154 per ton atau naik 2,57% dibanding tujuh bulan pertama tahun 2011. Pada tahun 2010, volume ekspor mencapai 1,173 juta ton (US$ 1,76 miliar); tahun 2011  mencapai 1,2 juta ton (US$ 2,7 miliar).

Vietnam Coffee and Cacao Association (VICOFA) mengatakan bahwa ekspor kopi Arabika telah meningkat pesat dari tahun ke tahun, dari 24.000 ton pada 2009 menjadi 41.000 ton pada 2010 dan 50.000 ton pada 2011. Harga ekspor naik hampir dua kali lipat, dari US$ 2.313 per ton pada 2009 menjadi US$ 4.261 per ton pada tahun 2011. Kopi Arabika disukai oleh konsumen dari  AS, Jerman, Jepang, Italia dan Belgia.

Vietnam mengekspor biji kopi ke 90 negara, di mana 16 di antaranya mencakup 79% total ekspor biji kopi Vietnam. Dua pasar besar di Asia – Jepang dan Korea – juga merupakan pelanggan penting Vietnam. Pasar tetap di kalangan negara-negara Asia Tenggara adalah Filipina, Malaysia, dan baru-baru ini, Indonesia.
Jerman merupakan pelanggan terbesar Vietnam, Amerika Serikat merupakan pembeli terbesar kedua kopi hijau Vietnam (setelah Jerman) dan mencakup 16 persen total ekspor kopi hijau Vietnam. Vietnam juga mengekspor sejumlah kecil kopi panggang bubuk dan campuran kopi 3-in-1 ke Amerika Serikat.
Penjualan Vietnam tidak terbatas pada pasar utama di Eropa dan AS. Ia memiiki pasar yang beragam dan berkelanjutan,mengekspor ke negara-negara Amerika Latin, Timur Tengah, Afrika dan ASEAN.

3.    BUAH-BUAHAN & SAYURAN

Berkat keunggulan kondisi alam dan karakteristik iklim masing-masing wilayah yang menciptakan kondisi yang menguntungkan bagi keanekaragaman buah-buahan dan sayuran, kedua jenis tanaman Vietnam ini telah mengalami pekembangan pesat. Ekspor Vietnam telah tumbuh dengan kuat sejak awal tahun 1990-an.
Ekspor utama produk buah-buahan dan sayuran negara ini meliputi buah-buahan kaleng, buah-buahan kering, gherkin (serupa dengan mentimun), buah naga, lengkeng, durian, anggur, serta sayuran segar dan kering.
Pada tahun 2004 hingga 2009, total pendapatan ekspor mendekati US$ 2 miliar, dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 20% per tahun. Pada tahun 2009, Vietnam mengekspor US$ 439 juta buah-buahan dan sayuran sedangkan pendapatan ekspor 6 bulan pertama mencapai US$ 222 juta, sebuah peningkatan sebesar 6% dibanding periode yang sama tahun lalu. (Sumber: Departemen Umum Bea Cukai Vietnam.)
Vietnam telah menetapkan target untuk mengekspor buah-buahan, sayuran dan bunga senilai US$ 760 juta pada tahun 2010, senilai US$ 600 juta pada tahun 2011. Ditargetkan akan mencapai US$ 1,2 miliar pada tahun 2020.
Baru-baru ini, berkat usaha terus-menerus eksportir yang menjelajahi pasar-pasar baru, buah-buahan dan sayuran Vietnam dijual di 50 negara. Sekitar 40% pendapatan ekspor diperoleh dari AS, Negeri Belanda, Rusia, Cina, Jepang, Taiwan, Jerman, Prancis, Inggris, Ukraina, Kanada, Korea Selatan, Singapura dan Thailand. Penjualan ke Cina, Rusia, Taiwan dan Jepang sangat besar.

4.    KARET

Vietnam, eksportir kelima terbesar karet alam, mengekspor 90% karetnya, salah satu ekspor pertanian paling penting Vietnam.
Pada tahun 2009, Vietnam menanam 640.000 hektar karet dan mengekspor 680.000 ton senilai US$ 1,2 miliar ke 70 pasar. Ekspor karet tahun 2010 mencapai 780.000 ton, senilai US$ 2,3 miliar, tahun 2011 mencapai 827.000 ton (US$ 3,2 miliar). Diperkirakan ekpor volume karet akan naik 14% menjadi 920.000 ton pada tahun 2012.
Hampir seluruh pasar ekspor untuk karet Vietnam mengalami pertumbuhan dramatis. Cina, pembeli terbesar karet Vietnam, menyumbang pendapatan sebesar US$ 378 juta, Jepang sebesar US$ 14 juta, dan AS menyumbang sebesar US$ 17 juta. Hal yang patut dicatat adalah di luar pasar  tradisional, Vietnam telah menarik pasar-pasar baru, termasuk Indonesia, Rusia, dan Ceko, yang paling baru Polandia juga telah membeli karet Vietnam.
Rencana pemerintah untuk Vietnam adalah menanam 800.000 hektar karet pada tahun 2020, mencapai output lateks sebesar 1,2 juta ton dan meraih nilai ekspor sebesar US$ 2 miliar.

5.    LADA

Vietnam, salah satu eksportir utama rempah-rempah, mengklaim 5% pangsa pasar dunia. Untuk lada hitam, tanaman paling penting bagi Vietnam di sektor ini, Vietnam telah menjadi eksportir terbesar nomor dua. Sektor lada Vietnam sangat berorientasi ekspor, di mana ekspor mencakup 95% produksi.
Pada tahun 2009, Vietnam mengekspor 134.264 ton lada, meraih total pendapatan ekspor sebesar US$ 348 juta, menciptakan rekor baru dalam volume ekspor dan nilai produk lada, melebihi tiga negara pengekspor lada besar yakni Indonesia (40.000 ton), Brazil (32.000 ton) dan India (22.000 ton). Pada tahun 2010, Vietnam mengekspor 116.000 ton (US$ 419.000); tahun 2011 mengekspor 120.000 (US$ 720.000 juta).

Menurut data Vietnam Pepper Association (VPA), dalam delapan bulan pertama tahun 2012 total nilai ekspor lada mengalami kenaikan 3,7% menjadi US$ 581 juta, sedangkan volume ekspor lada  mengalami penurunan 16,7% menjadi 83.000 ton dibanding periode yang sama tahun lalu. VNA memperkirakan total nilai ekspor lada Vietnam tahun 2012 akan mencapai sebesar US$ 780 juta  apabila harga lada tetap tinggi atau lebih dari US$ 7.000 per ton. Sedangkan total volume ekspor lada akan mencapai antara 110.000 - 115.000 ton. Saat ini Vietnam tercatat sebagai salah satu eksportir terbesar di pasar internasional, dimana Vietnam mampu memasok sekitar 40 – 50% dari seluruh ekspor lada global.

Tujuan utama lada Vietnam beralih dari negara-negara ASEAN pada tahun 1990-an menjadi AS, UE, dan Timur Tengah pada tahun 2000-an. AS tampil sebagai pembeli terbesar, diikuti oleh India, Negeri Belanda, Jerman, dan Arab Saudi.

6.    KACANG METE
Kinerja ekspor Vietnam untuk kacang-kacangan selama beberapa tahun terakhir sangat mengesankan, terutama untuk kacang mete, yang saat ini merupakan kacang yang paling banyak diekspor, diikuti oleh kacang tanah.
Vietnam terus menunjukkan pertumbuhan ekspor yang cepat selama beberapa tahun terakhir, merebut pangsa pasar dari para kompetitor utamanya – India dan Brazil. Vietnam terus membangun kapasitas pengolahannya; alhasil, ia telah beralih dari eksportir kacang mete mentah menjadi kacang mete olahan.
Nilai ekspor Vietnam untuk kacang mete berjumlah US$ 1,136 miliar pada tahun 2010, menjadikan kacang mete sebagai salah satu ekspor pertanian paling penting setelah beras, kopi dan karet. Pada tahun 2011, nilai ekspor mencapai US$ 1,4 miliar.
Kacang mete Vietnam telah diperkenalkan ke sekitar 30 negara di seluruh dunia, di mana AS menjadi pasar terbesar. AS mencakup 29% dari total ekspor, diikuti oleh Cina, Negeri Belanda, Australia, Inggris dan Kanada.

7.    PRODUK PERIKANAN
Vietnam, yang merupakan salah satu dari sepuluh eksportir terbesar produk perikanan, beruntung memiliki garis pantai yang luar biasa panjang sejauh 3.300 km dan wilayah pasang surut yang luas, yang merupakan kondisi yang baik untuk perikanan laut. Vietnam juga memiliki wilayah luas air tawar dan payau yang cocok untuk budidaya air. Perikanan lepas pantai, pantai dan air tawar, serta budidaya air seluruhnya berkontribusi pada produksi. Produk-produk lautnya meliputi ikan, udang, cumi-cumi, sotong, dan kerang-kerangan. Sektor perikanan selama beberapa waktu berkontribusi signifikan pada pembangunan ekonomi Vietnam. Selanjutnya, ia menciptakan lapangan kerja bagi lebih dari 3 juta orang dan membantu mengurangi kemiskinan sembari meningkatkan keamanan pangan dan keselamatan pangan.
Menghasilkan produk-produk perikanan tidak hanya sangat penting bagi konsumsi domestik namun juga sebagai ekspor. Perikanan merupakan salah satu peraih pendapatan ekspor terbesar Vietnam, hanya dikalahkan oleh minyak mentah, tekstil dan garmen, serta alas kaki.
Pada tahun 2010, nilai ekspor perikanan Vietnam mencapai US$ 4,9 miliar, dan tahun 2011 mencapai US$ 6,1 miliar. Pada tahun 2012, nilai ekspor perikanan diperkirakan tumbuh sebesar 10,6%  mencapai rekor US $ 6,8 miliar pada tahun 2012. Ekspor diharapkan mencapai lebih dari US$ 2 miliar, sementara jenis udang mencapai lebih dari US$ 2,5 miliar.
Sembilan puluh negara mengimpor produk perikanan Vietnam, di mana AS menjadi yang terbesar, diikuti oleh UE, Jepang, Cina, Korea Selatan, Hongkong, dan Taiwan.

0 komentar:

Poskan Komentar

Jasa Pembuatan Blog Elegant dan Keren