GAMBARAN EKONOMI VIETNAM

>> Kamis, 18 Oktober 2012

Perang di masa lalu, telah meluluhlantahkan perekonomian Vietnam. Ketika pengambilalihan kekuatan, pemerintah menciptakan sebuah ekonomi terencana, persis sama yang dilakukan Indonesia di zaman Orde Baru yakni Rencana Pembangunan Lima Tahun alias Repelita. Kolektivisasi pertanian, pabrik-pabrik dan modal ekonomi diterapkan. Jutaan orang diperkerjakan pada program-program pemerintah. Untuk beberapa dekade, ekonomi Vietnam terkendala oleh ketidakefisienan dan korupsi, kualitas buruk dan di bawah target produksi dan pembatasan pada kegiatan perekonomian serta perdagangan. Pascaperang Vietnam, negeri Paman Ho juga menderita, lantaran embargo perdagangan oleh Amerika Serikat dan sejumlah negara Eropa. Setelah itu, partner-partner perdagangan dengan blok-blok Komunis mulai surut.

Vietnam memulai pembaruan ekonomiya pada tahun 1986, Kongres Partai Keenam memperkenalkan reformasi ekonomi penting dengan elemen-elemen ekonomi pasar sebagai bagian dari paket reformasi ekonomi luas yang disebut Doi Moi (pembaharuan). Beralih dari ekonomi perencanaan terpusat dengan subsidi negara ke ekonomi pasar yang berorientasi sosialis dengan menerapkan industrialisasi, modernisasi negara, pembangunan multilateral dan diversifikasi hubungan eksternal ekonomi untuk kebijakan pintu terbuka, integrasi dunia. Kemajuan Vietnam luar biasa, geliat pembangunannya sangat tinggi. Prospeknya juga sangat bagus. Vietnam itu mengkopi apa yang dilakukan China. Kebetulan juga budaya, karakter dan etos kerja orang-orang Vietnam mirip dengan China.

Selama lebih dari satu dekade, GDP-nya terus tumbuh cukup besar dari tahun ke tahun : pertumbuhan 6,9% pada tahun 2001, 7,0% pada tahun 2002, 7,3% pada tahun 2003, 7,7% pada tahun 2004, 8,4% pada tahun 2005, 8,2% pada tahun 2006, 8,5% pada tahun 2007, 6,18% pada tahun 2008; 5,3% pada tahun 2009; 6,78% pada tahun 2010; dan 5,89% pada tahun 2011.

Struktur sektor ekonomi semakin berorientasi pada pembangunan ekonomi komoditas multi-sektor yang beroperasi melalui mekanisme pasar yang dikelola negara di mana usaha swasta bebas berkembang dan wilayah operasional usaha disetujui secara hukum.


Indikator
Tahun 2011
Target 2012
9 Bulan Pertama 1212
GDP
5,89%
6-6,5%   
5,35%    
Income per kapita
US$ 1300
diatas US$ 1300
-
Inflasi
18,12%  
9%
8 % (estimasi)
Nilai ekspor
US$ 96,26 miliar
US$ 108,50 miliar
US$ 83,79 miliar

Nilai impor
US$ 105,77 miliar
US$ 121,50 miliar
US$ 83,76 miliar
FDI
US$ 14,7 miliar
US$ 15-17 miliar
US$ 9,5 miliar
Penyediaan lapangan kerja
1,6 juta orang
1,8 juta orang       
-




Vietnam mempertahankan hubungan diplomatik dengan 169 negara, menandatangani perjanjian perdagangan bilateral dan multilateral dengan 80 negara; dan saling menukar hak istimewa negara yang terutamakan dengan lebih dari 70 negara dan teritori, antara lain dengan negara-negara yang memiliki modal tinggi, sumberdaya industri, dan pasar besar seperti yang ditemukan di AS, Jepang, UE dan kekuatan-kekuatan ekonomi yang baru mengalami industrialisasi di Asia Timur.



TAHUN
TOTAL PERDAGANGAN
EKSPOR INDONESIA
KE VIETNAM
IMPOR INDONESIA
DARI VIETNAM
NERACA PERDAGANGAN
2007
2.459, 265
1.353, 939
1.105, 326
+248, 613
2008
2.522, 031
1.728, 877
793,154
+935,723
2009
2.184,725
1.468, 684
716,041
+752,643
2010
3.342,000
1.909,000
1.433,000
+476,000
2011
4.605,508
2.246,939
2.358,569
-111,630
2012*)
2.578
1.241
1.336
- 94,991


Nilai dalam US$ juta
*) Total nilai dagang dalam tujuh bulan pertama 2012
Sumber: Ministry of Industri and Trade of Vietnam

Sejak implementasi kebijakan ekonomi pintu terbuka, Vietnam telah menandatangani sejumlah perjanjian perdagangan dan ekonomi dengan UE (1992), bergabung dengan keanggotaan ASEAN (1995), dan AFTA, Perjanjian Perdagangan Bebas ASEAN (2001), masuk menjadi anggota APEC (1998), menyelesaikan pakta perdagangan bilateral AS-Vietnam (2001), dan menjadi anggota WTO sebagai anggota ke-150 organisasi dengan pengakuan resmi pada tanggal 11 Januari 2007.

0 komentar:

Poskan Komentar

Jasa Pembuatan Blog Elegant dan Keren